Sunday, 12 July 2015

find our way

Diceritakan pada abad ke 15 ada seekor keledai yang diternak oleh seorang yang memiliki puluhan kuda pacu yang amat sangat indh dan bertenaga. Pada suatu hari salah satu kuda di ajak oleh pemiliknya untuk mengunjungi desa yang tidak jau dari peternakan itu. Sang keledai melihat dengan sangan bahagia karena keledai itu ingin sekali diajak oleh pemiliknya untuk pergi suatu tempat. Hari berikutnya sang pemmilikpun mengajaka kuda yang lain untuk pergi dengannnyake desa. Keledai tidak patah semangat dan terus berharap. Hari demi hari dilewti sang keledai hanya melihat para kuda diajak oleh pemilik untuk pergi dengan menungganginya. Keledai mulai putus asah dan merasa bahwa dia tidak diperlukan dipeternakan tersebut. Hingga pada suatu hari pemilik datang ke kandang dengan membawa barang-barang bawaan yang cukup banyak dan keledai sudah tidak memiliki harapan bahwa dia akan dipilih oleh sang pemilik, namun terdengar suara pintu yang terbuat dari besi berbunyi dan masuklah seorang pria dengan membawa perlengkapan penunggang kuda masuk ke kandang si keledai dan keledaipun merasa sangat bahagia setelah sekian lama akhirnya dia diajak untuk pergi ke desa bersama dengan sang pemiliknya. Dikeluarkannya lah keledai ke depan kandang peternakan sambil menunggu dirinya siap dan dipasangnya alat-alat untuk menuggang kuda. Namun sang keledai mulai melihat-lihat kuda-kuda yang ada dikandang menertawakannya dan kuda-kuda tersebut mulai bicara “kasihan sekali ya keledai diajak ke desa dengan membawa banyak barang bawaan” salah satu kuda berbicara. Sang keledaipun mulai merundukan kepala dan suasana bahagia berubah menjadi sedih. Kemudia ia mendengar kembli “hahaha… iya dia hanya digunakan untuk menganggkut barang—barang saja, tidak seperti kita” sahut kuda yang ada didalam kandang bberbicara dengan kuda-kuda lainnya. Keledai mulai sangan sedih dan semakin menundukan kepala dan terlihat tidak bersemangat. Namun tidak berapa lama keledai mendengar sesuatu “untung saja saya punya seekor keleai sehingga saya tidak perlu menyewah kendaraan angkut” sang pemilik pun melontarkan kalmia tersebut kepada dirinya sendiri. keledai mulai merasa bahwa dirinya memang dibutuhkan dan kesedihan yang terlihat berubah menjadi kebahagian yang membuat keledai menjadi semangat. Sang pemilik pun mulai menyuruh keledai untuk jalan. Keledai jalan dengan semangat dan sangat bahagia. Keledai mulai memiliki kalimatnya sendiri 


“segala sesuatu yang ada itu terlahir dengan kegunaannya masing-masing”.


thanks

No comments:

Post a Comment